Kamis, 24 September 2015

Untukmu Ibu Pertiwi

Derai air mata bagai hembus samudra tak bernyawa...
Duka yang senantiasa melanda, menjadi endapan angkara yang tak terjaga.... 
Jeritanmu, rintihanmu, dan bencanamu adalah cermin kewajaran dunia yang seakan murka..
Untukmu Ibu Pertiwi ku selipkan untaian doa di sanubari,
Semoga engkau mengerti masih ada raga yang sangat perduli akan bangkitnya indonesia yang suci.


by: R & A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar